Tauhid

Menangkal Bahaya Sihir


Makna Sihir

Sihir adalah mantra-mantra dan ikatan-ikatan tali yang ditiup-tiup oleh tukang sihir (dukun) yang membahayakan diri seseorang.Masuk dalam makna sihir adalah santet, tenung dan semisalnya.

“Dari kejahatan makhluk-makhluk yang menghembus-hembus pada simpulan-simpulan (dan ikatan-ikatan). (Al Falaq : 5)

Bahaya Sihir

Sihir tidak akan mendatangkan manfaat sedikitpun, sebaliknya ia selalu membahayakan kepada yang lain, sebab sihir itu berasal dari Syaitan dan Syaitan selalu berupaya mencelakakan manusia, baik terhadap jasmani maupun rohani mereka.

“Mereka (membelakangkan Kitab Allah) dan mengikuti ajaran-ajaran sihir yang dibacakan oleh Syaitan pada masa pemerintahan Nabi Sulaiman, padahal Nabi Sulaiman tidak mengamalkan sihir yang menyebabkan kekufuran itu, akan tetapi Syaitan itulah yang kafir (dengan amalan sihirnya) karena merekalah yang mengajarkan manusia ilmu sihir dan apa yang diturunkan kepada dua malaikat: Harut dan Marut, di negeri Babil (Babylon)…”. (Al Baqarah : 102).

“Padahal mereka tidak akan dapat memberi mudarat sama sekali (atau membahayakan) dengan sihir itu kepada seorang pun melainkan dengan izin Allah dan sebenarnya mereka mempelajari perkara yang hanya membahayakan mereka dan tidak memberi manfaat kepada mereka…”. (Al Baqarah : 102).

Orang yang disihir bisa sakit atau kesurupan seperti orang gila yang berjalan dengan sempoyongan.

“Orang-orang yang memakan (mengambil) riba itu tidak dapat berdiri betul melainkan seperti berdirinya orang yang dirasuki Syaitan dengan terhuyung-huyung karena sentuhan (Syaitan) itu”. (Al Baqarah : 275).

Suami dan istri yang tersihir salah satunya atau keduanya, maka mereka bisa berpisah.

“Dalam pada itu ada juga orang-orang yang mempelajari dari mereka berdua: “Ilmu sihir yang bisa menceraikan antara seorang suami dengan isterinya…”. (Al Baqarah : 102)

Terkadang seseorang menyihir suatu tempat tinggal atau tempat usaha, sehingga suasana tempat itu menjadi tampak seram dan angker, menyebabkan siapapun tidak merasa nyaman berada di tempat tersebut. Dan masih banyak lagi bencana-bencana yang telah terjadi pada manusia disebabkan oleh sihir .

Nabi Allah Yang Disihir

Para Nabi Allah ketika berdakwah menyampaikan wahyu-Nya selalu menghadapi rintangan dan permusuhan dari orang-orang kafir. Di antara permusuhan yang mereka dapati adalah sihir yang dilakukan oleh orang kafir dalam rangka merintangi dan menghambat dakwah mereka.

Nabi Musa ‘alaihissolatu wassalam pernah disihir oleh para tukang sihir raja Fir’aun, karena Nabi Musa menyampaikan wahyu Ilahi kepada Fir’aun dan kaumnya.

“Dan berkatalah Fir’aun (kepada orang-orangnya): “Bawalah oleh kamu kepadaku segala ahli sihir yang mahir”. (Yunus : 79).

“Mereka berkata: Wahai Musa! Engkaukah yang akan melempar lebih dahulu atau kamikah yang mula-mula melempar? Nabi Musa menjawab : Bahkan kamu lemparlah dahulu. Tiba-tiba tali-tali mereka dan tongkat-tongkat mereka terbayang-bayang kepadanya seolah-olah benda-benda berjalan, disebabkan sihir mereka. Maka yang demikian menjadikan Nabi Musa merasa takut sedikit dalam hatinya”. (Thaha : 65-67).

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam pernah di sihir juga oleh orang kafir Yahudi yang bernama Lubaid bin Al A’sham, sehingga beliau merasa seperti berbuat sesuatu, padahal beliau tidak berbuat, kemudian Allah mengutus dua malaikat kepada beliau untuk meruqyahnya (mengobatinya), maka sembuhlah beliau dari sihir dengan izin Allah. (HR. Bukhari dan Muslim).

Kiat Agar Selamat Dari Bahaya Sihir

  1. Sebelum tersihir
  2. Menjaga ketakwaan kepada Allah Azza Wajalla.

“Dan Kami selamatkan orang-orang yang beriman serta mereka tetap bertakwa”. (Fushilat : 18).

Seorang muslim yang  menjaga ketakwaan kepada Allah pada waktu sepi maupun ramai, maka Dia menyelamatkan dirinya dari bahaya yang akan menimpa.

  1. Mengkonsumsi obat-obatan syar’iyyah

Obat-obatan syar’iyyah adalah zat-zat yang diberitakan oleh Al Qur’an dan Sunah Nabi bahwa ia merupakan obat yang berguna bagi manusia secara mutlak, tanpa efek samping seperti :

– Madu :

“(Dengan itu) akan keluarlah dari dalam badannya minuman (madu) yang berlainan warnanya, yang mengandungi penawar bagi manusia (dari berbagai penyakit)”. (An Nahl : 69).

– Jintan Hitam

“Hendaklah kalian minum habatus sauda (jintan hitam), sebab padanya mengandung obat bagi setiap penyakit kecuali tua renta (kematian)”. (HR. Bukhari).

– Minyak Zaitun

“Demi buah tiin dan zaitun”. (At Tin : 1)

Allah bersumpah dengan makhluknya  yaitu buah Tin dan  Zaitun dalam ayat ini, hal ini menunjukan bahwa keduanya mengandung manfaat yang besar, karena tidaklah Allah bersumpah dengan sesuatu kecuali hal itu menunjukan keagungan bagi sesuatu itu.

“Dan (Kami juga menumbuhkan untuk kamu) pokok yang asal tumbuhnya di kawasan Gunung Tursina, yang mengeluarkan minyak dan lauk bagi orang-orang yang makan”. (Al Mukminun : 20).

“Barang siapa yang memakai minyak zaitun, maka dia tidak didekati oleh Syaitan”. (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

– Air Zam-Zam

“Sebaik-baik air di muka bumi adalah air zam-zam, ia sebagai minuman dan penawar penyakit…”. (HR. Imam Thabrani).

– Kurma Madinah

“Barang siapa yang makan kurma Ajwah tujuh butir pada waktu pagi, maka pada hari itu racun dan sihir tidak membahayakannya”. (HR. Bukhari dan Muslim). Dalam satu teks hadits : “Kurma Kota Madinah” (HR. Muslim)

Kurma ajwah adalah jenis kurma yang paling bagus. Siapa yang memakannya pada waktu pagi hari 7 butir, maka pada hari itu aman dari bahaya sihir dan racun. Jika tidak menemukannya, maka jenis kurma apapun dari kurma kota Madinah. Jika tidak menemukan kurma Madinah, maka kurma dari selain kota Madinah.

  1. Setelah tersihir

Seseorang yang tersihir, terapinya yang benar adalah dengan Ruqyah Syar’iyyah yaitu dibacakan padanya ayat-ayat Al Qur’an dan doa-doa yang bersumber dari Al Qur’an dan Sunah.

“Allah tidak menurunkan suatu penyakit kecuali Dia menurunkan obat untuknya”. (HR. Bukhari dan Muslim).

“Katakanlah (wahai Muhammad): Al-Quran itu, menjadi (cahaya) petunjuk serta penawar bagi orang-orang yang beriman”. (Fushilat : 44).

Sihir adalah kekuatan syaitan dan tipu daya syaitan tidak memiliki arti ketika dilawan dengan sifat-sifat Allah yang maha mulia yaitu firman-firman-Nya. Ketika kekuatan syaitan berhadapan dengan ayat-ayat Al Qur’an yang agung dan mulia, maka menjadi lemahlah kekuatannya.

“Sesungguhnya tipu daya Syaitan itu adalah lemah”. (An Nisa : 76).

Apabila sihir diobati dengan sihir pula, yaitu orang yang tersihir dibawa ke Tukang Sihir (Dukun) maka kekuatan syaitan semakin bertambah kokoh pada diri orang yang tersihir dan ini adalah pengobatan yang terlarang, sebab hakikat sihir adalah meminta bantuan kepada syaitan (jin), ini adalah perbuatan menyekutukan Allah.

“Berobatlah kalian dan janganlah kalian berobat dengan sesuatu yang haram”. (HR. Abu Dawud).

Orang yang tersihir setelah sembuh dari sihir dengan sebab ruqyah, maka hendaknya dia membentengi diri dengan takwa kepada Allah dan mengkonsumsi obat-obatan syar’iyyah supaya tidak mudah tersihir kembali insya Allah.

Semoga Allah Azza wajalla memberikan keselamatan kepada kita dari berbagai keburukan dan bencana yang membahayakan kepada diri dan keimanan kita, amin ya Rabbal ‘alamin.

Waallahu a’lam.

(Sumber : Fat-hul Haqqil Mubin, karya : Dr. Abdullah bin Muhammad bin Ahmad Ath Thayyar dll)

About barifbrave

Bismillah, Rising Star Moslem Legend, Amin

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Kategori Tulisan

Arsip per Bulan

Masukkan alamat e-mail Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui e-mail.

Join 1,985 other followers

%d bloggers like this: