Manajemen Lingkungan, Pengolahan Limbah

EVALUASI PEMANFAATAN TPA SAMPAH SEBAGAI TEMPAT WISATA LINGKUNGAN (STUDI KASUS TPA SAMPAH SUKOHARJO KABUPATEN PATI)


Oleh :

Ika Kumalasari Yennie Pratiwi dan Agus Hadiyarto
Program Magister Ilmu Lingkungan, Universitas Diponegoro
Jln. Imam Bardjo, SH No.5 Semarang, Telp: (024) 8453635

Abstrak

Sungai Ngringo yang mengalir melalui Kecamatan Jaten Kabupaten Karanganyar dimanfaatkan sebagai tempat pembuangan limbah. Peningkatan kegiatan pembangunan ekonomi menyebabkan meningkatnya pembuangan limbah ke sungai yang mengakibatkan terjadinya penurunan kualitas perairan. Beberapa parameter kunci seperti suhu, TSS, DO, BOD, COD, pH dan bakteri coliform digunakan untuk mengetahui tingkat pencemaran perairan Sungai Ngringo dengan metode indeks pencemaran. Kualitas perairan Sungai Ngringo dari arah hulu ke arah hilir mengalami penurunan kualitas dimana pada daerah hilir sudah tercemar ringan. Beberapa sumber pencemar yang dominan di Sungai Ngringo adalah industri, domestik dan pertanian. Terdapat 13 (tiga belas) industri yang membuang limbah dan berpotensi menimbulkan pencemaran di Sungai Ngringo. Air Sungai Ngringo masih dapat dimanfaatkan untuk pembudidayaan air tawar, peternakan, untuk mengairi pertamanan. Agar sungai dapat bermanfaat secara berkelanjutan sesuai dengan peruntukkannya, perlu dilakukan upaya pengendalian pencemaran perairan sebagai salah satu segi pengelolaan lingkungan hidup dapat dilakukan dengan pendekatan teknologi dan meningkatkan kesadaran dan peran serta semua pihak (pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat) dalam pengelolaan lingkungan. Pemerintah Kabupaten Pati berinisiatif memanfaatkan zona non aktif TPA sampah Sukoharjo Kabupaten Pati sebagai tempat wisata lingkungan dengan tujuan merubah pandangan masyarakat akan image buruk TPA sampah untuk menyediakan ruang publik sebagai sarana liburan yang dekat dan murah, juga untuk. Isu pencemaran, bau yang tidak sedap, membuat masyarakat sudah berpandangan negatif atas keberadaan TPA. Dengan adanya tempat wisata tersebut diharapkan image sebuah TPA akan berubah dan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan. Namun demikian, sebuah tempat wisata seharusnya memiliki standar kesehatan yang memadai dan pemilihan lokasi yang sesuai. Dampak pencemaran dari timbunan sampah dimungkinkan dapat mempengaruhi kualitas lingkungan di sekitarnya termasuk air tanah yang mungkin tercemar lindi bisa mengandung Pb atau Cd yang membahayakan kesehatan. Pembusukan sampah juga dapat
menghasilkan CH4, NH3 atau H2S yang mencemari udara. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan pemanfaatan TPA sampah Sukoharjo sebagai tempat wisata lingkungan di Kabupaten Pati. Pendekatan studi yang akan dipergunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan “penelitian evaluatif” dengan menggunakan metode deskriptif. Data tentang manajemen, kondisi lingkungan, dan respon masyarakat diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan zona non aktif TPA sampah sebagai tempat wisata lingkungan sangat disukai masyarakat sebagai ruang publik untuk alternatif liburan, namun kurang memenuhi standar kesehatan dan tidak sesuai dengan tata ruang kawasan sekitar TPA.

Lanjut Baca>>

About barifbrave

Bismillah, Rising Star Moslem Legend, Amin

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Kategori Tulisan

Arsip per Bulan

Masukkan alamat e-mail Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui e-mail.

Join 1,985 other followers

%d bloggers like this: