Teknik Separasi

PREDIKSI KESETIMBANGAN UAP-CAIR DALAM SISTEM LARUTAN ELEKTROLIT: CO2-K2CO3-DEA-AIR


Oleh :

Anis Ernani dan Kuswandi
Jurusan Teknik Kimia Fakultasi Teknologi Industri
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Kampus ITS Keputih Sukolilo Surabaya 60111
Telp. 031-5946240, Fax.031-5999282
E-mail: anisernani@chem-eng.its.ac.id, kuswandi@chem-eng.its.ac.id

Abstrak

Salah satu proses removal gas CO2 dari gas proses yang banyak diaplikasikan di industri kimia adalah absorbsi disertai reaksi kimia dari gas CO2 menggunakan solvent hot potassium carbonate dengan promoter DEA (Diethanolamine) yang dikenal dengan proses Benfield. Secara umum proses ini terdiri dari proses absorpsi dan stripping gas CO2. Sampai saat ini data kesetimbangan fasa yang diperlukan untuk evaluasi performa unit removal CO2 sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan memprediksi
kesetimbangan uap-cair dalam sistem larutan elektrolit CO2-K2CO3-DEA-air dengan variasi suhu, konsentrasi K2CO3 dan DEA pada tekanan atmosfir. Komposisi kesetimbangan mengikuti hukum Raoult Modifikasi dan hukum Henry, ditentukan dengan minimasi energy bebas Gibbs sehingga didapatkan sistem persamaan non linear yang diselesaikan dengan metode Newton. Koefisien aktifitas fasa cair diestimasi menggunakan model E-NRTL (Electrolyte-Non Random Two Liquids). Perhitungan dilakukan dengan menggunakan bahasa program Matlab.Dari perhitungan secara umum didapatkan hasil, kenaikan temperatur sistem memberikan efek penurunan kelarutan gas CO2 dalam larutan dan kenaikan tekanan parsial CO2 di fasa uap. Kenaikan konsentrasi absorbent K2CO3 diikuti dengan penurunan kelarutan CO2 dan tekanan parsialnya. Sedang efek kenaikan konsentrasi DEA adalah turunnya kelarutan CO2 sedang tekanan parsialnya naik.Kenaikan CO2 loading mengakibatkan kenaikan kelarutan CO2 dan tekanan parsial kesetimbangannya. Efek konsentrasi DEA terhadap kelarutan dan tekanan parsial kesetimbangan CO2 lebih signifikan dibandingkan dengan konsentrasi K2CO3, menunjukkan fungsi DEA sebagai promoter cukup efektif.Dibanding data experimental, hasil perhitungan memberikan deviasi rata-rata 1.62 % untuk komposisi (fraksi mol) fasa cair, 1.70 % untuk koefisien aktifitas species di fasa cair dan 2.63 % untuk tekanan parsial fasa uap.

Lanjut Baca>>

About barifbrave

Bismillah, Rising Star Moslem Legend, Amin

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Kategori Tulisan

Arsip per Bulan

Masukkan alamat e-mail Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui e-mail.

Join 1,985 other followers

%d bloggers like this: