Bioproses, Bioteknologi

PENGEMBANGAN MODEL MATEMATIS PRODUKSI ETANOL SECARA FERMENTASI KONTINYU DENGAN TEKNOLOGI IMMOBILISASI SEL CA-ALGINAT MENGGUNAKAN ZYMOMONAS MOBILIS TERMUTASI


Oleh :
Tri Widjaja, Setiyo Gunawan, Ali Altway, Sholikhuddin, dan Luthfi Machmudi
Laboratorium Teknologi Biokimia
Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri
Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya
Kampus ITS-Keputih, Sukolilo – Surabaya 60111Telp : 031-5922934
Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model matematis fermentasi produksi etanol dalam packed bed fermentor kemudian dilakukan uji validitas hasil eksperimen yang dinyatakan dalam konsentrasi gula residu (Sb) dan etanol (Pb) di beberapa titik ketinggian fermentor. Dalam penelitian ini dilakukan pendekatan pengaruh parameter fisik dan kinetik terhadap proses fermentasi sehingga pada akhirnya dilakukan fitting parameter untuk mendapatkan hasil model yang akurat sesuai hasil eksperimen. Penelitian ini dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan eksperimen fermentasi glukosa berkadar (204.529 g/L) memanfaatkan Zymomonas mobilis termutasi yang diimmobilisasi oleh kapsul Ca-Alginat untuk mengetahui konsentrasi gula residu dan etanol pada ketinggian 1.7 dm, 3.4 dm, 5.4 dm, 7.4 dm dan 8.4 dmdari dasar fermentor. Selanjutnya model dikembangkan berdasarkan integrasi mass balance pada flok bakteri, kapsul dan reaktor secara overall dengan pendekatan kondisi steady state, aliran plug flow pada reaktor, morfologis spherical partikel serta konsentrasi sel yang sama di setiap titik fermentor. Persamaan model diselesaikan secara numerik dengan metode Successive Approximation dan Finite Different.Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa secara umum model matematis menunjukkan kesesuaian pola peningkatan konsentrasi etanol seiring bertambahnya ketinggian titik pengambilan sampel. Dengan mempertimbangkan faktor inhibisi substrat maka didapatkan % error rata-rata sebesar 10.53 % untuk gula dan 9.58% untuk etanol.
Dengan mengabaikan faktor inhibisi substrat maka didapatkan % error rata-rata sebesar 6.4 % untuk gula dan 46.77% untuk etanol. Maka dari hasil perbandingan antara mempertimbangkan dan mengabaikan faktor inhibisi substrat didapatkan beda kesalahan yang relative besar yaitu sebesar 4.13% untuk gula dan 37.19 % untuk etanol. Dengan adanya perbedaan yang besar ini maka terjadi inhibisi subtrat dalam fermentasi kontinyu dengan konsentrasi gula 204.529 g/l (18%).

Lanjut Baca>>

About barifbrave

Bismillah, Rising Star Moslem Legend, Amin

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Kategori Tulisan

Arsip per Bulan

Masukkan alamat e-mail Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui e-mail.

Join 1,985 other followers

%d bloggers like this: