Muamalah

“Cari Muka”, The Most Wahid Institute Work


Jakarta – KabarNet: The Wahid Institute, organisasi yang diinisiasi oleh Abdurrahman Wahid, Gregorius James Barton, Yenny Zannuba Wahid dan Ahmad Suaedy adalah pencetus pluralisme namun menebar penyakit di dalam tubuh Islam. Salah satu programnya antara lain mengkampanyekan pemikiran Islam yang menghargai pluralitas dan demokrasi. Institusi ini merupakan LSM komprador atau kaki tangan asing dalam menyusupkan nilai liberalisme di dalam kehidupan umat.

Organisasi yang bekerja sama dengan asing tersebut tampaknya sedang mengalami krisis ekonomi akibat kurangnya kucuran dana. Mungkin donatur mereka yang notabene pihak asing, merasa kinerja institusi ini tak banyak mengalami kemajuan, hingga muncul ide kreatif mereka untuk memojokan ormas-ormas Islam, yang diharapkan dengan adanya laporan picisan seperti yang mereka buat, kucuran dana akan mengalir.

Laporan murahan yang entah datanya berasal dari mana, dijadikan sebagai bukti pengamatan mereka selama tahun 2012 ini. Sumber yang tidak jelas serta segelintir data tak kredibel yang didapatkan, mereka jadikan tolak ukur untuk membuat statement bahwa FPI dan MUI sumber kekerasan atas nama agama serta menyatakan bahwa FPI adalah ormas paling intoleran selama tahun 2012. Atas sederet kejadian yang mereka amati selama tahun 2012 ini, tampak jelas bahwa target memang mengarah kepada MUI dan ormas Islam seperti FPI, yang memang sejak lama sudah menjadi incaran dan selalu dijadikan objek laporan kekerasan atas nama agama. Tentunya dengan laporan ini mereka berharap semakin menambah daftar buruk tentang FPI sebagai ormas Islam yang kerap mengganjal sepak terjang pluralis dan liberalis di indonesia.

Koordinator Program Wahid Institute, Rumadi, dalam launching Laporan Pelanggaran Kebebasan Beragama dan Intoleransi 2012 the Wahid Institute, Jumat (28/12/2012) menuduh Front Pembela Islam sebagai organisasi massa Islam yang paling banyak melakukan tindakan pelanggaran kebebasan beragama tahun 2012.

Anehnya, menurut Rumadi FPI terlibat dalam 52 kasus, disusul kelompok masyarakat sebanyak 51 kasus, individu sebanyak 25 kasus, Majelis Ulama Indonesia (MUI) 24 kasus, dan tokoh agama 12 kasus.

Menanggapi tuduhan akal-akalan Wahid Institute, Ketua Umum Front pembela Islam (FPI), Habib Muhammad Rizieq Syihab mengatakan, dengan laporan itu, LSM yang dikomandani putri Gus Dur, Yenni Wahid itu hanya cari muka kepada pihak asing. Habib Rizieq memaklumi, karena LSM tersebut kurang kerjaan, sehingga kucuran dollar macet. Karena itu Habib menyatakan tidak begitu pusing melayani tuduhan palsu Wahid Institute itu.

“itu laporan sampah yang busuk dan bau!. Wahid Institut hanya cari muka kepada asing, maklum kurang kerjaan, sehingga aliran dollar mampet! tidak perlu kami layani, karena FPI bukan level komprador atau antek asing”, kata Habib Rizieq singkat, kepada redaksi fpi.or.id, Ahad 18 shafar 1434 h/ 30 desember 2021.

Hal senada juga diungkapkan oleh sekjen Front Pembela Islam (FPI), Ustadz Shobri Lubis, menanggapi pernyataan Wahid Institute yang menobatkan FPI sebagai organisasi masyarakat yang paling banyak melakukan pelanggaran di tahun 2012. “Biasa itu, LSM cari duitnya seperti itu, menyebar berita fitnah, karena kalau enggak begitu nanti mereka enggak bisa isi perutnya,” ujar ustadz Shobri.

Terkait pelarangan ibadah bagi jemaat Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin di Bogor Jawa Barat, Shobri menegaskan bahwa pembangunan gereja tersebut ilegal atau tak sesuai hukum. Shobri memastikan, FPI tak akan mempermasalahkan pembangunan rumah ibadah jika sesuai prosedur. Di sekitar markas FPI ada 5 gereja, namun aman dan tenang, karena sesuai aturan. “Dekat markas FPI ada lima gereja, semua rukun, tenang gak ada yang kita persoalkan”, tegasnya, Sabtu 17 Shafar 1434 H/ 29 Desember 2021.

Ustadz Shobri melanjutkan, terkait GKI Yasmin, warga menolak lantaran jemaat ingin membangun gereja di dekat pemukiman mereka dengan mengatasnamakan dari pihak gereja, padahal pihak gereja sendiri tak mengizinkan. Hal itu lah yang membuat gesekan-gesekan dimasyarakat. “Itu namanya penipuan, pelanggaran hukum. Wahid Institute justru membela, dan menjelek-jelekan umat Islam, menjelek-jelekan pemerintah,” tuturnya.

Sebelumnya Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ahmad Cholil Ridwan, mengatakan selama ini masyarakat hanya melihat akibat dari ulah FPI saja, tapi tidak pernah mencoba melihat apa penyebab FPI melakukan tindakannya. “Selama ini masyarakat hanya melihat akibat dari apa yang dilakukan FPI saja, tidak mencoba untuk menelaah apa yang menyebabkan FPI melakukan tindakan itu,” kata Cholil, seperti dikutip suara-islam.com, Jum’at 18 Shafar 1434 H/ 28 Desember 2021.

KH Ahmad Cholil berpendapat, bahwa apa yang dilakukan FPI bermuara pada penegakan hukum di Indonesia yang masih jauh dari kebenaran. “Yang dilakukan FPI adalah berdasar kebenaran dari ajaran-ajaran Allah dan Sunnah Nabi, mereka melakukan itu, karena memang aparat penegak hukum tidak bisa diandalkan,” ujarnya.

Saat tindakan FPI dinilai melanggar hukum yang berlaku, sambung dia, anggota FPI pun siap menerima hukumannya. Bagi Cholil FPI merupakan organisasi yang penuh tanggung jawab. “Kalau memang melanggar hukum, toh mereka juga siap di penjara, FPI itu penuh tanggung jawab. Sekarang, kalau penegak hukum bisa memberantas ajaran sesat seperti Ahmadiyah dan tindakan yang melanggar ajaran islam lainnya, tentu FPI tidak akan bertindak seperti sekarang,” jelasnya. [KbrNet/Slm]

Source: fpi.or.id

About barifbrave

Bismillah, Rising Star Moslem Legend, Amin

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Kategori Tulisan

Arsip per Bulan

Masukkan alamat e-mail Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui e-mail.

Join 1,985 other followers

%d bloggers like this: