Cerpen, Sastra

Terminal 1


Assalamualaikum w.w.

Bismillah hi rhman ni rahim

Terminal dalam bahasa sederhana berarti portal, seperti gambar di atas. Dalam hidup ini, disadari atau tidak, kita sudah keluar-masuk beberapa portal. Portal pertama dalam hidup kita adalah rahim ibu kita. Portal ini mengantarkan kita dari alam kandungan ke alam dunia. Keluar dari portal kita menangis, sedangkan keluarga kita tertawa ria. Terminal ini saya sebut Terminal 1.

Terminal 1 pertamaku terletak di RSUD Kraton. Di tempat inilah aku keluar dari kandungan ibu ke alam dunia. Allah SWT menurunkan ku di Kota Pekalongan, Indonesia. Akulah orang Islam yang kebetulan di turunkan di Indonesia. Sejak mulai dilahirkan sampai aku berusia 12 tahun, aku dan keluargaku tinggal di rumah nenek di Kradenan Gg 3 / 413. Lebih masuk dari rumahku yang sekarang.

Aku tumbuh di kota ini. Tumbuh dalam balutan kasih dan sayang dari kedua orang tuaku. Masa kecilku, Indonesia masih dipimpin oleh diktator yang pada usiaku delapan tahun, dia digulingkan oleh sekelompok masyarakat yang mengatasnamakan diri “Mahasiswa”, seperti aku yang sekarang. Selama delapan tahun, aku hidup makmur bergelimang susu kaleng merk @#%$^& yang pada saat itu masih murah. Dengan susu inilah aku tumbuh gendut dan cabi, tidak seperti sekarang. Namun, kemakmuranku tidak bertahan lama setelah krisis moneter pada saat Sang Diktator digulingkan oleh Mahasiswa. Pada saat itu aku belum tahu apa-apa, yang aku tahu adalah, aku tidak lagi minum susu kaleng dan banyak pemuda yang dikejar, dihajar, ditembak, dan diperlakukan selayaknya biatang oleh orang tua berbaju seragam (aku melihatnya di TV, di RCTI pada waktu itu).

Kondisi krismon, membuat bapak bertemu dengan portal X-nya. Usaha tenun beliau kandas. Beliau harus banting steer menjadi guru SMK. Pada saat itu aku menolak dan berteriak “Bapakku Insinyur, bukan guru!!!” karena guru pada waktu itu masih menjadi bahan ejekkan karena gajinya sedikit dan yang menjadi guru adalah mereka yang tidak lolos kuliah di jurusan kedokteran dan teknik. Padahal kedepannya cita-citaku menjadi guru, tetapi bukan guru di sekolah pemerintah atau luar negeri (baca : swasta), tetapi sekolahan yang aku dirikan sendiri.

Pada saat aku berusia dua tahun, orang tuaku melahirkan adik pertamaku, namanya Lia. Pada saat itu, mungkin terlalu senang dengan kenyamanan yang ada, aku menolak kedatangan adikku ini. Adikku lahir di rumah sesaat sebelum takbir shalat ied dikumandangkan (baca : pukul 06.00 pada 1 syawal). Bapakku lantas cepat-cepat mengundang bidan untuk membantu persalinan ibu, tetapi Lia sudah lahir dahulu sebelum bidan datang. Sampai di rumah, bidan langsung menuju kepada ibuku, bapakku langsung ke warung untuk membeli 2,5 kg beras untuk zakatnya adikku, Lia. Adikku diberi nama Aprilia Fitriani gabungan antara bulan Syawal dan bulan April.

Semasa kecil, aku punya kebiasaan makan yang unik. Pada masa itu, aku tidak makan 3 kali sehari, tetapi lebih dari itu. Hal ini terjadi karena ibu mencekokiku dengan tempe busuk, dauun pepaya, kunyit, kunir, dan rempah-rempah lain, diramu menjadi satu. Cara meminumkan ke aku dengan memasukkannya ke kaos kaki bekas, mulutku di buka, kemudian kaos kaki itu diperas diarahkan ke mulutku. Rasanya sangat pahit dan tidak enak. Btw, ramuan itu mungkin masih efektif sampai sekarang aku sebesar ini karena nafsu makanku besar hingga saat ini. Waktu siangku ditentukan oleh datangnya angsa dari Perumnas, nama populernya waktu itu (perumahan dekat kampungku, Perumahan Bina Griya Indah). Ketika angsa-angsa itu bersenandung, itulah waktu makanku. Seraya kode untuk ibu, beliau lekas mengambil nasi dan lauk untuk disuapkan ke aku. Aku makan mengikuti devile para angsa. Jadi, aku makan keliling kampung sampai di perumnas, sampai para angsa masuk kembali ke kandang. (bersambung)

About barifbrave

Bismillah, Rising Star Moslem Legend, Amin

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Kategori Tulisan

Arsip per Bulan

Masukkan alamat e-mail Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui e-mail.

Join 1,985 other followers

%d bloggers like this: