Sastra

Menang Lomba!!!


Assalamualaikum w.w.

Bismillah hi Rahman ni Rahim

Sahabat, akhirnya aku bisa kembali mengenang masa kejayaanku selama SMA dan dapat menghilangkan kejenuhan kuliah di Teknik Kimia Undip. Sebenarnya aku butuh sedikit hiburan saja karena selain akhir-akhir ini aku masih mengalami dilema sehingga kebutuhan akan hiburan itu semakin menggebu-gebu dan akhirnya hari ini tersalurkan. Alhamdulillah.

Apkah hiburan itu?

Hiburan itu adalah debat!

Aku bersama Fanni Fatah dan Buna Rizal Rahman berhasil mendapat peringkat ke-dua dalam debat Bahasa Indonesia yang diadakan Undip dalam rangka dies natalis sekaligus sebagai seleksi di tingkat Undip untuk mencari tim yang layak mengikuti lomba tingkat jawa yang masih dalam rangka dies natalis Undip yang ke-52.

Apa yang aku dapatkan hari ini secara garis besar juga pernah aku dapatkan saat di SMA dalam forum yang sama, debat Bahasa Indonesia. Aku jadi ingat akan pesan-pesan yang disampaikan oleh Bu Endang selaku dewan juri dan kakak-kakak kelas yang mengajari aku debat. Orang-orang yang patut bangga atas pencapaianku ini, selain orang tua adalah kakak-kakak kelasku dahulu di SMA yang mengenalkanku dan mengajariku debat. Mereka adalah Aditiari Ike Putri dan Pradana Putra Ramadhan.

Ada catatan besar yang aku dapatkan dari lomba debat ini. Beberapa diantaranya adalah :

1. Format debat kali ini sama dengan format debat calon presiden yang sering kita saksikan di televisi pada pilkada lalu.

2. Kelebihan debat ini adalah tidak memiliki mosi yang spesifik (pada debat tadi hanya memiliki tema : Kontroversi UU BHP)sehingga peserta dapat leluasa menyusun pidato yang akan disampaikan pada forum debat berbeda dengan debat yang sebenarnya yang memiliki mosi yang spesifik sehingga kita tidak dapat leluasa menyusun pidato.

3. Pada debat pagi sampai siang tadi, yang disoroti hanya dua point yaitu penguasaan materi dan komunikasi yang kita gunakan.

4. Pada debat tadi hanya menguji penguasaan materi tentang UU BHP.

5. Argumen yang keluar dari setiap otak yang ada di debat tadi kurang diutamakan sebagaimana debat pada umumnya.

Selain catatan besar di atas, ada pesan yang Allah sampaikan lewat debat tadi kepadaku. Pesan itu adalah :

1. Aku harus memperbaiki cara bicaraku (lebih samtai, tenang, cermat, senyum).

2. Aku hanya akan mendapat sesuai dengan apa yang aku usahakan.

3. Syukur

4. Ikhlas

Terima Kasih ya Allah Engkau benar-benar menyayangiku. Tida klausa selain Subahannallah wal hamdulillah wallah hu Akbar.

About barifbrave

Bismillah, Rising Star Moslem Legend, Amin

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Kategori Tulisan

Arsip per Bulan

Masukkan alamat e-mail Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui e-mail.

Join 1,985 other followers

%d bloggers like this: