Fiqih, Muamalah, Renungan

Mudik Yukz…


Assalamualaikum w.w.

Bismillah hi Rahman ni Rahim

Taqoballahu mina wa Minkum. Siamana wa Siamukum. Kuluamin wa Antum bi Khair. Minal Aidin wal Faizin Mohon Maaf lahir dan batin.

Sahabat, Apakah Sahabat semua mudik? Hati-hati di Jalan Y… Keluarga menunggu di rumah.

Sahabatku, kali ini insya Allah saya akan mengajak Sahabat untuk melihat fenomena mudik. Nah, bagi Sahabat yang biasa mudik tentu fenomena mudik. Nah, sebelum mudik, semua pemudik pasti menyiapkan seluruh perbekalan dengan cermat dan berhati-hati di jalan agar dapat sampai di tempat tujuan dengan selamat. Kita juga sering melihat bagaimana para pemudik membawa barang bawaannya sampai-samapai mereka harus menambah tempat untuk meletakkan barang-barang mereka.

Sahabatku, jika ketika kita mudik untuk bertemu dengan orang tua atau sanak saudara, kita benar-benar mempersiapkan diri dengan begitu cermat dan membawa banyak barang bawaan untuk perbekalan dan oleh-oleh, lantas bagaimana mudik kita kepada Allah? Sahabatku, kita semua tentu tahu bahwa kita hidup di bumi ini hanya sebentar seperti kata pepatah jawa urip kuwi mung mampir ngombe. Oleh karena itu, siap-tidak siap, sempat-tidak sempat kita pasti akan mudik kepada Allah Rabb yang menciptakan kita dengan kasih sayang dan kesempurnaan. Sahabatku, sudahkah kita menyiapkan amalan-amalan untuk mudik kepada Allah??? Kita tidak tahu kapan kita akan mudik kepada Allah. Kita hanya diberi tanda-tandanya saja seperti rambut mulai beruban, telinga mulai tuli, mulut mulai bergumam, dan tanda-tanda yang lain dimana tanda-tanda ini tidak mutlak untuk semua orang karena ada juga bayi, anak-anak, atau remaja yang sudah mudik sebelum tanda-tanda itu.

Sahabatku, menyikapi hal di atas, marilah kita mulai dari diri kita sendiri dan kita mualai sekarang untuk mempersiapkan perbekalan mudik kita. Bersamaan dengan itu, kita juga harus saling mengingatkan kepada keluarga kita terutama dan kemudian saudara kita muslimin dan muslimah bahwa kita harus mempersiapkan perbekalan untuk mudik kepada Allah sebagaimana kita mudik kepada orang tua atau sanak saudara kita.

Semoga kita selalu dalam naungan-Nya dan kita diberi hidayahnya untuk kuat menjalani perintahnya dan menjauhi larangannya. Amin

About barifbrave

Bismillah, Rising Star Moslem Legend, Amin

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Kategori Tulisan

Arsip per Bulan

Masukkan alamat e-mail Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui e-mail.

Join 1,985 other followers

%d bloggers like this: