Tauhid

Hukum-Hukum pada Surat Al Baqarah 183


Assalamualaikum w.w.

Bismillah hi Rahman ni Rahim

MARHABAN Y RAMADHAN. SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA BAGI SAUDARA-SAUDARAKU SEIMAN. SEMOGA AMAL IBADAH KITA DI BULAN INI DITERIMA ALLAH DAN SEMOGA RAMADHAN TAHUN INI LEBIH BERKAH.

Saudaraku dan Sahabatku, izinkanlah diri yang penuh dosa ini (semoga dosa-dosaku diampuni Allah di bulan ini) untuk sedikit menyampaikan apa yang telah saya dengar dari acara Talk Show Ramadhan “Agar Ramadhan Dekat di Hati”. Hal ini sebagai pengamalan dari surat Al Asr ayat ke-3.

Saudaraku dan Sahabatku, Sudah berapa tahunkah kita melaksanakan ibadah puasa Ramadhan? Jika saya berkaca pada diri saya sendiri maka saya telah melaksanakan ibadah itu selama ± 11 tahun. Nah, setelah selama itu saya baru menyadari makna dibalik perintah puasa Ramadhan di surat AL Baqarah 183.

Al-Baqarah183Dari ayat di samping menurut Ust. Kasmijan dari Pesantran “Basmallah” yang bertempat di Gunung Pati, Semarang, perintah puasa Ramadhan memiliki empat hukum yang mengikat padanya. Empat hukum itu antara lain :

1. Hukum Selektifitas

a. Akidah

Allah berseru dalam permulaan ayat ini “Hai Orang-Orang yang beriman…“. Dengan demikian jelas bahwa puasa ini hanya

diwajibkan untuk mereka yang beriman. Bagi mereka yang tidak beriman kepada Allah, tidak diwajibkan berpuasa.

b. Amaliah

Kita tahu bahwa pada bulan ini tidurnya orang berpuasa dinilai ibadah, tetapi pertanyaannya adalah “Apakah kita akan tidur

sepanjang waktu?”. Walaupun tidur dinilai ibadah, tetapi kita juga harus dapat memilih dan memilah kegiatan apa yang akan

kita lakukan untuk memeperkaya amalan puasa kita. Jika ada yang lebih baik daripada tidur, kerjakan yang lebih baik itu, jika

ada yang lebih baik lagi, kerjakan yang lebih baik itu sampai kita menemukan apa yang paling baik untuk kita kerjakan sepanjang

waktu untuk mengisi puasa kita.

2. Hukum Kontinuitas

Setelah Allah menyeru kepada orang-orang yang beriman, Allah mengatakan “…sebagaimana diwajibkan atas orang-orang

sebelum kamu…”. Puasa pertama kali Allah wajibkan kepada umat nabi Nuh dengan tatacara yang tidak seperti apa yang kita

lakukan sekarang. Sedangkan puasa pada zaman Rasullullah SAW pada 2 syaban 214 H. Dari ayat diatas, dapat kita pahami bahwa

puasa adalah amal ibadah yang terus-menerus dari zaman Nabi Nuh AS sampai zaman  Nabi Muhammad SAW. Dengan kita

melakukan puasa Ramadhan, secara tidak langsung kita sudah menyambung sejarah dan juga kita telah melakukan apa yang

nabi-nabi dahulu lakukan.

3. Hukum Kontroling

Pada bulan ini kita hanya mempunyai satu musuh, tetapi musuh itu lebih kuat daripada 2000 pasukan kafir pada perang badar.

Musuh itu adalah nafsu kita sendiri. Pada bulan-bulan bisa mungkin sifat khilaf kita lebih sering keluar. Sedangkan pada bulan ini,

ketika kita hendak melakukan sesuatu, kita akan berpikir dua kali untuk melakukannya karena kita semua pasti tidak ingin kalau

amal puasa kita hanya berbuah lapar dan dahaga. Dengan puasa tingkah laku kita akan lebih terkontrol dan kita akan lebih memilih

mengerjakan yang manfaat (insya Allah).

4. Hukum Momentum

Mungkin sebagian dari Sahabat dan Saudaraku yang bergelut di ilmu fisikan akan merpikir momentum adalah kecepatan kali

massa. Akan tetapi, momentum di sini bukanlah itu. Momentum di sini adalah sebuah titik perubahan atau dalam bahasa

mudahnya jika kita tidak melakukan sesuatu atau berada pada tempat tertentu, kita tidak akan pernah berada di sana atau kita

akan selalu sama sampai maut menjemput kita. Maksudnya adalah jika dibulan ini tidak ada perbaikan yang kita lakukan maka kita

tidak akan pernah berubah menjadi lebih baik sampai kita bertemu dengan Ramadhan tahun depan (kalau bertemu). Pada bagian

ini Ust. Kasmijan mencontohkan perang badar dan kemerdekaan NKRI. Jika kita tidak perang, kita tidak akan pernah menang dari

kaum kafir dan jika kita tidak mendeklarasikan proklamasi pada tanggal 17 Ramadhan 1366 H atau 17 Agustus 1945 M, kita tidak

akan pernah merdeka.

Demikianlah hukum-hukum yang terkandung dalam perintah puasa (Q.S. Al Baqarah 183). Semoga dengan kita mengetahui hukum-hukum yang ada pada perintah puasa Ramadhan ini, kita dapat lebih memaknai puasa Ramadhan. Amin.

Waallahualam bis shawab.

About barifbrave

Bismillah, Rising Star Moslem Legend, Amin

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Kategori Tulisan

Arsip per Bulan

Masukkan alamat e-mail Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui e-mail.

Join 1,985 other followers

%d bloggers like this: