Sejarah

Riwayat Singkat Bangsa Kera, Yahudi


Oleh : Ibn Khasbullah

Bangsa yang selalu terusir

Sebelum Masehi, ada dua kerajaan bangsa Yahudi, yaitu: 1. Kerajaan Yehuda

2. Kerajaan Israel

Kedua kerajaan tersebut berdiri pada abad 9 sebelum Masehi.

Kerajaan Yahuda bisa bertahan sampai 4 abad, sedang kerajaan Israel hancur pada 722 tahun sebelum Masehi saat dihancurkan dan ditaklukkan oleh bangsa Asyur

Pada abad keenam S.M. mereka dibebaskan dan boleh pulang ke Palestina. Mereka sempat membangun kembali Palestina sebelum dihancurkan oleh Alexander the Great pada 332 tahun S.M, dilanjutkan dengan penjajahan bangsa Assiria dan Syam atas mereka.

Setelah sempat beberapa lama menguasai Palestina dibawah Mathatias dan kepemimpinan Yudas Makkabeus, mereka kemudian diusir kembali dari tanah Palestina dan rumah- rumah suci mereka dihancurkan oleh Titus pada tahun 71 setelah Masehi.

Kemudian setelah itu bangsa Yahudi tersebar keseluruh dunia, tapi mereka diusir- usir diseluruh Eropa bahkan harus mengalami pembantaian dan pengadilan Inquisisi saat berkuasanya raja Ferdinand de Aragon dan istrinya Ratu Isabella de Castiila. Sebelumnya mereka berkembang dan hidup dengan nyaman dibawah kerajaan Islam CORDOBA (Al- Qurthubah) sebelum kerajaan Islam itu runtuh ditangan raja Ferdinand. Menurut Lewis Browne, mereka kemudian lari dan mendapatkan perlindungan perlindungan dari kerajaan- kerajaan Islam waktu itu. Sebagian mereka berlindung ke Marokko (Maghribi) dan pada kerajaan Usmaniyah di Turki setelah kekaisaran Ottoman tersebut menjemput dan menolong mereka dengan mengirimkan armada yang besar (fleet) ke Gibraltar. Bahkan banyak mereka mendapatkan jabatan tinggi di Turki dan bergelar Pasya. Sebagian masuk Islam seperti Kamal Attaturk dari komunitas Yahudi Douma, presiden pertama republic Turki modern. Sebagian lagi tetap berpegang pada agamanya.

Seorang sarjana Kristen, Edward Aijah menulis: “ Dalam sejarah Arab dan Kesultanan Ottoman, kaum minoritas Yahudi dihargai, dilindungi dan ditolerir diseluruh negeri Islam. Seringkali terjadi bila kaum Yahudi diburu, dianiaya dan diusir dari Negara- Negara Eropa, mereka mencari perlindungan kepada para penguasa Muslim”.*)

Sementara T.W. Arnold menyatakan bahwa lebih dari 150 tahun, Inggris menggelorakan anti semitisme dan melarang bangsa Yahudi menginjakkan kakinya di tanah England.

Pada masa perang dunia ke II, Hitler menganggap bangsa Yahudi lah yang berlaku licik dan berkhianat pada bangsa Jerman sehingga menimbulkan kekalahan Jerman pada Perang Dunia Ke I, sehingga akhirnya ia memerintahkan pembasmian seluruh bangsa Yahudi dari tanah- tanah yang berhasil dikuasai Jerman. Peristiwa itu terkenal dengan sebutan “Holocoust”.

Zionisme

Sejak peristiwa antisemitisme merebak di Eropa dan puncaknya terjadi peristiwa Holocoust, muncul ide besar diantara mereka yang dimotori oleh Theodore Hetzel ( 1860- 1904). Untuk mendirikan “Negara Yahudi” atau “Negara Zion”, diambil dari nama sebuah gunung didekat Yerussalem: Gunung Zion atau Sion atau Suhyuun dalam bahasa Arab. Melalui tulisan tulisannya yang mulai muncul sejak tahun 1896, dilontarkanlah “Jewish State”, dan sedikit demi sedikit diterima banyak kalangan, kemudian hari para pendukung idea itu disebut kaum “Zionist”, yaitu kaum pendukung “Negara Yahudi Raya”. Ide itu kemudian didukung oleh bangsa- bangsa Eropa yang “Gerah” dengan adanya orang- orang Yahudi ditanah air mereka yang peri kehidupannya sangat mengganggu mereka.

Kongres pertama kaum Zionist diselenggarakan di Basle, Swiss pada tahun 1897. Tempat yang dipilih untuk “Negara Yahudi Raya” itu adalah: Argentina, Uganda atau Kenya. Palestina belum masuk dalam hitungan mereka.

Lama kelamaan muncul usulan Palestina sebagai tanah pilihan, dan pada tahun 1911 diadakan kongres ke 10, juga di Basle dan dibuatlah butir pernyataan: “Tujuan Zionist adalah mendirikan tempat tinggal (bukan Negara) di Palestina yang diakui umum, legal dan aman di Palestina”. *)

Kemudian atas usaha- usaha tak kenal lelah dari para pendukung “Zonisme” dan restu dari Presuden Wilson dari Amerika dan dilanjutkan oleh Presiden Truman yang merasa berhutang budi pada resep bom atom Albert Einstein yang orang Yahudi itu, muncullah “Declarasi Balfour” yang terkenal itu yang isinya diantaranya adalah: “ Sudah jelas bahwa tidak ada sesuatu yang akan terjadi, yang mungkin dapat merugikan hukum- hukum sipil baik agama Islam atau Kristen, atau hukum- hukum dan status politik yang dinikmati oleh kaum Yahudi di lain- lain Negara…..”.

Jadi rencana awal mereka adalah “Numpang” dengan aman dinegeri orang.

Namun pada kenyataannya dengan terror dan pembunuhan melalui “Irgun Zvia Leurni dan Stern Gang”yang massive dilakukan pada tahun 1944 ***) dan juga melalui jalan halus yakni dengan berusaha membeli tanah- tanah rakyat Palestina, akhirnya mereka berhasil merebut tanah itu dan mengusir serta membunuhi penduduk aslinya.

Justru karena sifat “licik” mereka itulah suatu saat nanti untuk kesekian kalinya mereka akan terusir kembali dari tanah- tanah yang sekarang mereka kuasai.

(Disarikan dari berbagai sumber sejarah, disampaikan pada pengajian rutine karyawan/ karyawati PT.Dci,…………….).

sumber : http://tanbihun.com

About barifbrave

Bismillah, Rising Star Moslem Legend, Amin

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Kategori Tulisan

Arsip per Bulan

Masukkan alamat e-mail Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui e-mail.

Join 1,985 other followers

%d bloggers like this: