Akhlak

Berjilbab, tetapi Telanjang


KUDUNG GAUL “BERJILBAB TAPI TELANJANG”

Karya Abu Al-Ghifari

1. Mode dan ramalan Rasulullah saw

Rasulullah penah bersabda yang isinya menggambarkab hal yang terjadi di era zaman sekarang.

“ Akan ada dikalangan umatku yang melahap bermacam-macam makanan, meneguk bermacam-macam minuman, memakai pakaian dengan rupa-rupa mode dan warna, serta banyak bicaranya “ (HR. Tabrani dan Imam Abi Dunya).

Yang terlihat jelas terjadi di era sekarang ini, dimana orang-orang sudah mulai makan yang bermacam-macam, dan menggunakan pakaian yang tidak sesuai dengan syariah Islam.

2. Sanksi bagi wanita telanjang (tak berjilbab)

Ø “ Ada dua golongan dari ahli neraka yang siksanya belum pernah saya lihat sebelumnya (1) kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi yang digunakan memukul orang (ialah penguasa yang zalim) (2) wanita yang berpakaian tapi telanjang, yang selalu maksiat dan menarik orang untuk membuat maksiat. Rambutnya sebesar punuk unta. Mereka tidak akan masuk surga, padahal bau surga itu tercium sejauh perjalanan yang panjang “ (HR. Muslim).

Ø “ Siapapun wanita yang melepaskan pakaiannya (menampakkan auratnya) bukan dirumahnya sendiri, maka Allah akan merobek tirai kehormatannya (tidak ada penyelamat baginya)” (HR. Ahmad, At-Tabrani dan Al-Hakim, Bazzar)

3. Kriteria jilbab menurut Al-Qur’an dan As-sunnah

Ø “Tidak pantas bagi seorang muslim atau muslimat jika Allah dan Rasul-Nya telah memutuskan suatu hukum, mereka memilih hukum lain tentang suatu urusan. Barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka ia telah sesat dengan kesesatan yang nyata” (QS. Al-Ahzab : 36)

Ø Syarat jilbab menurut Syeikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani dalam bukunya “Jilbab Al-Mar’ah Al-Muslimah fil kitabi was Sunati” (Jilbab wanita muslimah)

1. Menutup seluruh badan selain yang dikecualikan

v Katakanlah kepada wanita muslimah: “Hendaklah mereka menahan pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) Nampak dari mereka. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung kedada mereka, dan janganlah menampakkan perhiasan mereka kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka atau putra-putra suami mereka, saudara-saudara mereka atau putra saudara-saudara mereka atau wanita-wanita Islam atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kaki agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman agar kamu beruntung” (QS. An-Nur : 31)

v “Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuhnya”. Yang demikian itu supaya mereka mudah dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. Al-Ahzab : 59)

v Pada umumnya para ulama berpendapat bahwa bila seorang wanita telah aqil baliq, maka mereka wajib menutup aurat, yaitu seluruh badan, kecuali muka dan telapak tangan atau dapat dicontohkan seperti biasa kita menggunakan talkum/mukena saat sholat.

2. Bukan berfungsi sebagai perhiasan

v “… Dan janganlah kaum wanita itu menampakkan perhiasan mereka” (QS. An-Nur : 31)

Secara umum kandungan ayat diatas mencakup pakaian biasa jika dihiasi dengan suatu yang menyebabkan kaum laki-laki melirik pandangan kepadanya. Hal ini dikuatkan oleh firman Allah swt. :

“Dan hendaklah kamu tetap dirumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang pertama” (QS. Al-Ahzab : 33)

Jilbab menurut surah Al-Ahzab ayat 59 berfungsi sebagai pelindung wanita dari godaan laki-laki. Berarti pakaian bagi wanita berjilbab tidak boleh berlebihan dan tidak boleh menarik perhatian kaum laki-laki.

3. Kainnya harus tebal, tidak tipis

Sebagai pelindung wanita, secara otomatis harus tebal atau tidak transparan atau membayang (tipis) karena hal itu akan memancing fitnah (godaan) dari pihak laki-laki.

4. Harus longgar, tidak ketat, sehingga tidak menggambarkan sesuatu dari tubuhnya.

5. Tidak diberi wewangian atau parfum

“ Siapapun perempuan yang memakai wewangian lalu ia melewati kaum laki-laki agar ia menghirup wanginya, maka ia sudah berzina” (HR. An-Nasa’i).

Mengapa hal itu dilarang? Karena parfum wanita dapat langsung membangkitkan nafsu dari pria. Maka tidak diperbolehkan seorang wanita menggunakan parfum.

6. Tidak menyerupai laki-laki

v “Rasulullah melaknat pria yang menyerupai pakaian wanita dan wanita yang menyerupai pakaian laki-laki” (HR. Abu Dawud)

v “Tidak masuk golongan kami para wanita yang menyerupakan diri dengan kaum pria dan kaum pria yang menyerupakan diri dengan kaum wanita” (HR. Ahmad)

v “Tiga orang yang tidak akan masuk surga dan Allah tidak akan memandangi mereka pada hari kiamat; orang yang durhaka pada kedua orang tuanya, wanita yang bertingkah kelelakian dan meyerupakan diri dengan laki-laki, dan dayyuts (orang yang tidak memiliki rasa cemburu)” (HR. Nasa’i, Hakim, Baihaqi dan Ahmad)

7. Tidak menyerupai pakaian wanita kafir

Syarat ini didasarkan pada haramnya kaum muslimin termasuk wanita menyerupai (tasyabuh) orang-orang (wanita) kafir baik dalam berpakaian yang khas pakaian mereka, ibadah, makanan, perhiasan, adapt istiadat, maupun dalam berkata dan memuji seseorang yang berlebihan.

v “Barang siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk kaum itu” (HR. Ahmad)

8. Bukan libas syuhrah (pakaian popularitas)

v “Barang siapa mengenakan pakaian syuhrah (untuk mencari popularitas) di dunia, niscaya Allah mengenakan pakaian kehinaan pada hari kiamat, kemudian membakarnya dengan api neraka” (HR> Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Libas syuhrah : Setiap pakaian yang dipakai dengan tujuan meraih popularitas (gengsi).

4. Wanita racun dunia

Ø “Tidak ada suatu cobaan sepeninggalanku yang lebih berbahaya bagi kaum laki-laki yang melebihi bahayanya cobaan yang berhubungan dengan soal wanita” (HR. Bukhari dan Muslim)

sumber : http://marwah92.wordpress.com/

About barifbrave

Bismillah, Rising Star Moslem Legend, Amin

Discussion

One thought on “Berjilbab, tetapi Telanjang

  1. Hammertoes have long plagued the human foot, causing pain and discomfort in shoes.

    Plantar fasciitis can be treated with rest, orthotics, anti-inflammatory medications, steroid injections and sometimes surgery.
    Sometimes, more than one viral culture test may be requested by the physician to diagnose herpes
    infection as the lesion may have very little
    active virus and the test may produce a ‘false negative.

    Posted by Black Toenails | January 11, 2016, 6:58 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Kategori Tulisan

Arsip per Bulan

Masukkan alamat e-mail Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui e-mail.

Join 1,985 other followers

%d bloggers like this: