Sastra

Malaysia oh Malaysia


Assalamualaikum

Bismillah hi rahman ni Rahim

Sahabat, sudahkah dikau mendengra berita dari kepulauan Ambalat? Ada apa memangnya? Ada perang? Kalau Perang, tidak akan tetapi wilayah kepulauan itu memanas, tetapi bukan memanas karena global warming. Lantas memanas karena apa donk??

Menurut berita yang saya dengar dari stasiun televisi swasta nasional, kurang lebih dua hari yang lalu kapal perang Malaysia menerobos tapal batas laut Indonesia-Malaysia. Alhamdulillah kapal perang Indonesia berhasil mengusirnya tanpa ada pertumpahan darah.

Mendengar hal ini, dalam benak saya (entah sahabat juga merasakannya atau tidak) terlintas keburukan-keburukan saudara kita itu. Mendengar berita itu, yang terlintas dalam benak saya adalah Pulau Sipadan dan Ligitan yang telah dirampas oleh saudara kita itu dan Reog, kebudayaan yang juga membuat saudara kita itu menginginkannya, ataupun kekerasan yang dilakukan oleh oknum di negara itu kepada para pahlawan devisa negara kita.

Saya tidak habis berpikir. Sebenarnya Apa yang diingankan Malaysia? Akan tetapi, pikiran saya sedikit berubah ketika disebutkan bahwa kapal perang Malaysia mendekat karena di kepulauan Ambalat ditemukan sumber minyak oleh perusahaan minyak Malaysia, Petronas dimana perusahaan itu akan bekerja sama dengan perusahaan Amerika. Saya jadi berpikir “Apakah perilaku yang dilakukan Malaysia itu atau bahkan perilaku yang selama ini telah dilakukan itu ada negara lain dibaliknya.” Saya berpikiran demikian karena pertama, Malaysia adalah negara yang dimerdekakan oleh Inggris, bisa jadi negara itu disetir Inggris untuk memenuhi kepentingannya di antara Malaysia-Indonesia atau bisa saja Malaysia disetir oleh negara lain selain Inggris untuk hal lain.

Sahabat, kita semua pasti tahu bahwa Malaysia adalah saudara kita, baik saudara serumpun ataupun saudara seiman. Tidak kah kita tahu bahwa dahulu Belanda berhasil menjajah Indonesia denagn menggunakan metode devide et impera? Sahabat, bisa jadi ada negara lain yang sengaja menjadi “kompor” untuk memecah belah atau membuat permusuhan antara Indonesia-Malaysia yang kemudian setelah kedua negara itu hancur, negara itu datang denagan berbagai kemungkinan termasuk MENJAJAH!

Sahabat, semoga kita tidak mudah untuk “panas” dan dipecah belah. Semoga kita dapat melihat setiap masalah ini dengan kepala dingin sehingga kita dapat menarik banag merah yang tepat. Sahabat, persatuan itu sungguh indah dan persaudaraan itu tak terbatas oleh wilayah. Selagi dia itu muslim, maka dia saudara kita

About barifbrave

Bismillah, Rising Star Moslem Legend, Amin

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Kategori Tulisan

Arsip per Bulan

Masukkan alamat e-mail Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui e-mail.

Join 1,985 other followers

%d bloggers like this: