Sastra

Antasari, Korban atau Tersangka???


Assalamualaikum

Bismillah hi rahman ni rahim

Kurang lebih dua minggu yang lalu, Indonesia dikagetkan oleh berita tentang kasus Antasari Azhar. Banyak sekali perdebatan mengenai siapa yang melakukan pembunuhan itu. Apakah benar pembunuhan itu dilakukan oleh Antasari Azhar yang notabene penegak hukum???

Sampai pada sutau kuliah ISBD saya dan teman-teman saya diajukan pertanyaan oleh dosen saya Bu Iin (dosen psikologi Undip). Beliau bertanya kepada saya dan satu teman saya, “Antasari, Korban atau Tersangka.”

Teman saya, Tiko menjawab bahwa Antasari adalah korban. Beliau beralasan bahwa Antasari adalah ketua KPK dan sorang penegak hukum. Beliau menambahkan dalam analisisnya bahwa jika seorang Antasi, seorang pejabat dan bisa jadi dia orang yang kaya menginginkan sorang wanita selingkuhan mengapa harus dengan seorang kaddy. Bukankah dia masih bisa membayar wanita yang lebih cantik dan mengapa pula dia harus berebut dengan bos Rajawali Putra banjaran itu kalau dia punya banyak uang.

Berbeda dengan Tiko, saya melihatnya dari segi politik. Waktu itu saya mengatakan bahwa Antasari Azhar adalah korban kambing hitam pers dan aktor politik lainnya. Kambing hitam pers yang saya maksud adalah untuk mengaburkan pemberitaan mengenai pemilu legislatif. Sebelum adanya berita tentang Antasari, pers gencar-gencarnya meliput penyelewengan dan pelanggaran pemilu atau bahkan korban pemilu. Akan tetapi, setelah adanya pemberitaan mengenai Antasari, lenyap sudah pemberitaan tentang pemilu. Sedangkan kalau kambing hitam politik, saya mengatakan bahwa Antasari dijebak agar nama baik KPK yang sekarang melejit akan tercoreng dengan perilaku Antasari itu. Selain itu, saya juga mengatakan bisa jadi Antasari dijebak oleh seorang koruptor yang akan ditangkap oleh Antasari sehingga dia bisa bebas dengan dijebloskannya Antasari ke penjara.

Lantas Bu Iin berkomentar setelah Tiko dan saya berkomentar. Beliau mengatakan jika apa yang kami katakan benar, berarti semua polisi di mabes polri bodoh semua karena mengatakan Antasari sebagai tersangka. Kemudian beliau membalik pertanyaam,”Bisakah kalian melihat Antasari sebagai Tersangka?” Kami pun berpikir dan tidak mendapatkan jawabannya.

Melihat kami tidak bisa menjawab, Bu Iin kemudian menjelaskan kepada kami yang intinya Antasarilah tersangkanya. Beliau mengatakan Bos Rajawali Putra Banjaran adalah teman baik Antasari dan dia mengetahui betapa halus dan liciknya Antasari di dalam menerima suap sehingga Antasari takut kedoknya terbongkar dan kemudian membunuhnya. Kalau untuk masalah wanita yang diperebutkan Antasari dan si koraban itu, Bu Iin hanya mengatakan kalau psikologi pria muda dan pria tua berbeda. Pria tua ketika melihat wanita dan dia langsung kesengsem maka dia akan dengan sekuat tenaga untuk mendapatkannya(maaf seperti Bung Karno), tidak peduli wanita itu tua atau muda, miskin atau kaya, dan janda atau perawan.

Selain itu, Bu Iin juga mengatakan bahwa kejahatan yang dilakukan oleh Antasari sudah sangat amat keterlaluan sehingga membuat Allah murka dan Allah membuka semua aib-aibnya. Bisa jadi aib Antasari yang lain akan terbuka.

About barifbrave

Bismillah, Rising Star Moslem Legend, Amin

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Kategori Tulisan

Arsip per Bulan

Masukkan alamat e-mail Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui e-mail.

Join 1,985 other followers

%d bloggers like this: