Sastra

Produk Pertelevisian Indonesia


Menurunnya Moralitas Bangsa Indonesia seiring Memburuknya dunia Pertelevisian Indonesia

Teman-teman, kalau saya minta tolong Anda untuk menyebutkan nama-nama lagu dan tarian daerah
di Indonesia dapatkah Anda menyebutkannya? Kalau saya meminta Anda menyebutkan nama-nama lagu dan
tarian modern, dapatkah Anda menyebutkannya juga? Mana yang menurut Anda mudah untuk Anda lakukan.
Permintaan saya yang pertama atau yang ke-dua? Kalau Anda mudah melakukan permintaan saya yang pertama,
Anda telah kembali dijajah oleh para Imperalis modern, bangsa-bangsa tak berperi, bangsa-bangsa Barat. Namun,
mungkin Anda akan balik bertanya kepada saya apakah saya juga bisa melakukan permintaan saya yang pertama.
Kalau saya, saya tidak bisa melakukan kedua-duanya. Selain itu, Anda yang pernah membaca
artikel “Indonesia Lebih Barat dari Barat” di situs dudung.net mungkin akan balik bertanya kepada saya
“Pantaskah kita menyalahkan bangsa Barat kalau kita sendiri meremehkan budaya bangsa kita tercinta ini, Indonesia?”

Teman-teman, kita memiliki beribu budaya. Mulai dari lagu, tarian, adat-istidat, teknologi, dan masih banyak
lagi budaya bangsa kita tercinta ini yang sulit kita sebutkan satu per satu karena memeng terlalu banyak. Lantas mengapa
kita yang memiliki banyak budaya ini lebih memilih untuk mengikuti budaya orang biadab, bangsa-bangsa imperialis.

Teman-teman, Anda pernah menyaksikan sinetron Indonesia sekarang? Bagaimana menurut Anda?
Kalau Anda menjawab membosankan, Anda benar-benar orang yang waras yang memiliki intelektualitas melebihi
Albert Einstein atau Thomas Alfa Eddison. Ya, memang film Indonesia sekarang tanpa mutu, kita sudah dapat menebak
alur ceritanya ketika kita membaca tema dan judulnya. Sungguh sesuatu yang amat sangat menyedihkan jika kita hanya
melihat film yang tanpa menonton seluruh episodenya kita sudah tahu endingnya. Kita hanya memiliki sedikit film-film
berkelas. Film-film itu seperti “Si Doel Anak Sekolah”, “Lorong Waktu” , “Kiamat Sudah Dekat” , “Para Pencari Tuhan”
dan sebagainya. Menurut saya, film Indonesia mulai memburuk setelah diputarnya “Warkop : Dono, Kasino, Indro” dan
“Tersanjung”. Mereka adalah cikal bakal film-film komedi dan sinetron murahan. Berapa gram pesan moral yang dapat
kita ambil dan berapa kilogram dampak negatif dari film itu.

Teman-teman, pernahkah Anda menelaah mengapa di televisi kita yang muncul hanya film-film dengan pesan
moral yang satu gram pun tidak ada. Teman-teman, silakan keluar, pergi ke mal atau pusat keramain lainnya. Anda akan
menemukan jawabannya.

Sudah pergi, dan sudah menemukan jawabannya? Tepat sekali. Anda memang lebih jenius daripada
Albert Einstein. Benar. Yang memunculkan adanya film itu adalah kata trend, gaul, dan internasinalisme. Mereka yang
selalu mengatasnamakan trend, gaul, dan internasionalisme dengan seenaknya saja membuat film. Tanpa pikir panjang,
mereka membuat film dengan sekehendak hati mereka.

Teman-teman, tahukah dampak dari film-film murahan dan kata-kata yang selalu menjadi idealisme mereka?
Akibat film-film itu dan idelisme meraka, Anda akan jarang menemukan siswa dengan pakaian rapi, baju masuk ke dalam
celana atau rok dan ikat pinggang dipakai di pinggang. Selain itu, tanpa anda cari, Anda akan menemukan banyak wanita
yang mengobral auratnya demi satu kata, gaul. Anda jangan heran jika kejahatan seksual sekarang marak karena calon
korban atau korban kejahatan itu sudah mempersilakan dirinya untuk dinikmati.

Teman-taman, meniru orang yang baik (nabi / rasul) akan membawa kita kepada kebaikan. Lain halnya kalau
kita meniru orang yang buruk atau akhlaknya jongkok, kita juga akan berakhlak jongkok. Pernahkah Anda melihat
bintang film kita yang dengan bangga beradegan panas? Ketika diwawancarai, bintang film itu berkata
“Sudah enak, dibayar lagi, siapa yang ga mau?” Coba Anda bayngkan jika filosofi dari bintang film itu diikuti oleh
sepuluh bintang film lainnya dan sepuluh bintang film itu diikuti oleh seratus penontonnya. Coba Anda bayangkan jika
fenomena ini terus berlangsung. Bisa jadi kaum Hawa di negeri ini akan kembali pada masa kejayaan manusia purba.
Anda tahu bagaimana kehidupan manusia purba bukan?????

About barifbrave

Bismillah, Rising Star Moslem Legend, Amin

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Kategori Tulisan

Arsip per Bulan

Masukkan alamat e-mail Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui e-mail.

Join 1,985 other followers

%d bloggers like this: