Posted on September 29, 2009 by barifbrave
Masih pantaskah aku hidup?
Benarkah aku seorang manusia
yang katanya aku adalah makhluk yang sempurna?
Benarkah aku berakal?
Benarkah aku lebih mulia daripada makhluk lainnya?
Ketika Ku lihat pohon kelapa,
Ku iri padanya.
Dia hidup hanya untuk manusia.
Dari ujung bawah sampai atas,
semua berguna bagi manusia.
Katika mataku melihat sapi,
ku juga iri padanya.
Dia hidup semata-mata hanya untuk melayani manusia.
Dengan ikhlas,
dia rela berbagi susunya untuk [...]
DIarsipkan di bawah: Puisi | Leave a Comment »
Posted on September 29, 2009 by barifbrave
Pohon Kelapa dan Sapi
Benarkah aku seorang manusia
yang katanya aku adalah makhluk yang sempurna?
Benarkah aku berakal?
Benarkah aku lebih mulia daripada makhluk lainnya?
Ketika Ku lihat pohon kelapa,
Ku iri padanya.
Dia hidup hanya untuk manusia.
Dari ujung bawah sampai atas,
semua berguna bagi manusia.
Katika mataku melihat sapi,
ku juga iri padanya.
Dia hidup semata-mata hanya untuk melayani manusia.
Dengan ikhlas,
dia rela berbagi susunya untuk [...]
DIarsipkan di bawah: Puisi | Leave a Comment »
Posted on September 4, 2009 by barifbrave
Aku ini Pahlawan cinta
Selalu datang ketika diundang
dan dipalingkan ketika tak dibutuhkan.
Su’udzanku berbuah air mata,
kemarahanku berbuah doa.
Apakah ini takdir cintaku?
Tak bisakah cintaku seindah bidadari malam?
Tak bisakah cintaku selembut awan?
Pahlawan cinta yang merana
tak kunjung pahami makna cinta.
Pahlawan cinta yang hina
karena hanya mengejar wanita.
Semarang, 3 September 2009
DIarsipkan di bawah: Puisi | Ditandai: Ariefiana Zulfida | Leave a Comment »
Posted on Agustus 6, 2009 by barifbrave
Ini bukan sajak
Ini bukan lirik
Ini pula bukan syair
Ini hanya untaian kata yang memenuhi kepala yang tak bisa keluar sampai menetekan air mata
Ku tahu kita bukan Dewa, yang dapat hidup berabad-abad lamanya seperti dalam cerita wayang
Ku tahu kita bukan Tuhan, yang dapat memutar sinar rembulan
Kita hanya manusia biasa yabg telelap dalam malam gelap
Aku hanya ingin menunjukkan [...]
DIarsipkan di bawah: Puisi | Ditandai: Puisi | 4 Komentar »
Posted on Juni 27, 2009 by barifbrave
Katika tali itu telah terputus
oleh ego yang sekeras karang di samudra,
Akankah tersambung hanya oleh lem kertas
dari kanji semata?
Bukankah dahulu tali itu sangat erat mengikat.
Namun, mengapa sekarang renggang dan terputus?
Untung masih terputus, seoga tetap terputus atau tersambung, itu lebih baik,
asal jangan samapai tercerai-berai.
Hanya keberanian yang dapat mengatasinya.
Berani?
Berani apa?
yang bagaimana?
Bukankah seharusnya dengan ketulusan?
Berani untuk mengakui kelemahan dan [...]
DIarsipkan di bawah: Puisi | Ditandai: Ariefiana Zulfida | Leave a Comment »