“Gw cinta mati sama dia…”
“Ya udah lo nikah sama dia”
“Ga mungkin..”
“Kenapa?”
“Karena akan terlalu banyak yang gw korbankan termasuk keluarga gw, dan dia… entahlah…apakah dia benar-benar mencintai gw”
“seberapa yakin elo gak mungkin nikah sama dia?”
“100%”
“Tinggalin dia”
“….hhhghhh….sulit….cuma dengan dia gw merasa hati gw hidup kembali, cuma dengan dia hati gw bisa bergetar, tapi pengorbanannya terlalu besar, terlalu pahit”
“Percayalah…ada yang jauuuuuhhh lebih indah daripada sekedar hati yang berdebar-debar ketika bersamanya, ada yang jauh lebih indah ketika hati bergetar dan tersipu-sipu ketika mata bertatapan dengannya”
“Apa itu?”
“Berkeluarga…ketika kau aminkan Alfatihahnya dalam sholat jamaah, ketika kau cium tangannya sesudah sholat, ketika dalam segala aktifitas kau makmumkan ke imamannya…ketika dia mengambil beban berat yang ada dipundakmu sebagai tanggung jawabnya….semua itu jauuuuuuuuhhhh lebiiihh indah”
“Jadi…?”
“Temukan lelaki yang bersedia berjalan bersama menuju keindahan surga”
source:anonymous
*dapet dr komen blog seseorang*
DIarsipkan di bawah: Motivasi, Renungan | Ditandai: Ariefiana Zulfida








ternyata menikah lebih sulit daripada pacaran,,
Maaf, saya tidak setuju dengan Anda. Pacaran hanya suatu istilah yg dibuat-buat oleh musuh Islam agar kaum muslim terjebak dala perangkap cinta yg tak jelas (walaupun saya juga pernah pacaran) dan saya lebih memilih menikah karena jika niat kita baik maka kita akan berpikir berkali-kali u/ kita bercerai, tp kalau pacaran kapanpun bisa putus
betul,,,tp saya pun minimal ingin pacaran sekali seumur hidup lalu org yg saya pacari kunikahi,,,klo pacaran berkali2 muncul pertanyaan pd diri ini “udah berapa cewe yg disakiti hatina cuma gara2 hal yg namana “pacaran”?”
begitu mas menurut saya….
yah tp balik lg…JODOH MA GA KEMANA MANA…^_^
salam kenal ya….
Betul betul betul. SEPAKAT!!! Salam kenal juga