Diputusin Pacar, enjoy aja lagi. . .

Assalamualaikum w.w.

Bismillah hi Rahman ni Rahim

“Dunia belum berakhir,  walau kau putuskan aku”. Itu kata sebuah lirik lagu. Sebenarnya bernar juga apa yang dikatakan lirik lagu tersebut. Untuk apa dunia harus berakhir ketika kita diputuskan pacar kita toh wanita tidak hanya satu dan dunia tak seluas daun kelor. Ada orang yang mengatakan kadung tresno (terlanjur cinta). Apkah benar kita sudah benar-benar mencintainya? Jangan-jangan kita hanya mengharapkan sesuatu darinya, uangnya,  atau kecantikannya misalnya. Coba kita jujur pada diri kita sendiri. Sudahkah kita benar-benar mencintai wanita/pria yang kita akui sebagai pacar kita? Jangan-jangan ketika lewat pria ganteng atau wanita cantik, hati kita berpaling padanya. Ingatlah wahai Sahabat, dunia ini hanya sementara dan hanya senda guarau saja.

Jika ada beberapa dari kita yang pernah mengalami putus cinta (baik itu diputuskan atau yang memutuskan) atau mungkin sudah berkali-kali putus cinta :D . Cobalah berpikir, kita diciptakan di dunia ini untuk apa? Apakah hanya sekadar untuk mengejar cinta, ketika cinta itu hilang kita langsung merengek seakan wanita/pria hanya ada satu di dunia ini. Apakah seperti itu fungsi kita diciptakan? Bukan!!! Bukan seperti itu, kita diciptakan. Kita diciptakan sebagai khalifatul fil ard (pemimpin bagi bumi ini) dan diharuskan untuk menyembah kepada Tuhannya langit dan bumi Allah SWT. Jadi cinta hanyalah sebatas bintang-bintang di langit malam yang berfungsi untuk memperindah kegelapan bukan sebagai penerang dalam kegelapan.

Memang berat ketika kita yang telah lama menjalin hubungan percintaan, putus ditengah jalan dan lebih sakitnya lagi ketika kita putus hanya karena sebab sepele atau bahkan tidak jelas. Saya sendiri pernah mengalaminya. Saya mengalami hubungan putus-nyambung selama tiga kali kurang lebih dengan satu wanita yang namanya saya abadikan di blog ini. Memang saya akui saya merengek ketika dia memutuskan saya. Tak sedikit tetesan air mata jatuh dari bola mata dan membasahi tempat tidur bahkan pernah sampai memuat saya sedikti furstasi, tetapi semua itu tidak membuat dia kembali kepada saya jadi untuk apa saya berlama-lama bersedih toh saya berpikir wanita masih banyak dan tidak hanya dia wanita yang baik hati di dunia ini. Dalam kesedihan itulah justru saya dapat memahami makna cinta, dapat membuat puisi dan sajak-sajak melankolis yang memberi semangat dan tidak mengejek (untuk apa mengejek, memperbanyak dosa saja). Ternyata ada untungnya diputuskan :P . Walaupun demikian sulity rasanya melupakan kisah-kisah indah dengannya dan satu hal yang selalu menjadi pertanyaan antara kami berdua dan mungkin kebanyakan orang “Apakah kita bisa berteman setelah kita putus?” dan jawabnya adalah YA, BISA!!!

Putus, bukanlah akhir dari suatu hubungan kasih sayang. Putus hanyalah penanda berakhirnya suatu status yang sesungguhnya dilarang oleh Allah bagi kita umat muslim untuk mendekatinya karena itu perbuatan setan. Apakah kita hanya boleh menyayangi seseorang yang kita akui sebagai pacar kita? Apakah tidak boleh kita mencurahkan kasih sayang kita kepada mantan pacar kita? Ada orang yang mengatakan cinta pada pacar itu beda. Bedanya itu apa? Apakah makhluk yang bernama cinta itu ada beberapa macam? Cinta itu hanya ada satu. Cinta adalah perasaan dima kita mau berkorban dan memberikan apa yang kita punya kepada orang lain.

Jadi, tetaplah berbahagia, dunia tidak akan berakhir walau kita diputuskan pacar kita. Dunia tidak akan kiamat hanya karena seorang wanita/pria. Tetaplah menyayangi sesama terlebih pada mantan kita, siapa tahu dia akan kembali kepada kita atau dia akan membawa kita kepada wanita/pria yang lebih baik untuk menjadi selahan jiwa kita. Waallah hu alam bishawab.

Cinta akan tetap hidup sampai kiamat karena cinta itu datangnya dari yang maha cinta, Allah SWT. Allah Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang, Ar-Rhaman Ar-Rahim.

2 Tanggapan

  1. hati hati dengan cinta……

Tinggalkan Balasan